Keutamaan Sholat Sunnah Rawattib (Muqayyad bil fara’idl)

Bimbingan Ritual Shoum

Dari Abu Hurairah ra bahwasanya Rasulullah saw bersabda, Janganlah kamu sering meninggalkan Shalat Fajar, sekalipun kamu akan ditinggalkan oleh kudamu. Pada zaman dahulu bila orang bepergian menggunakan kuda. Orang bisa jadi takut mau mengerjakan shalat kudanya lari. Yang berarti hilang kudanya. Maka kemudian orang tidak mau sholat karena takut kalau kudanya dilepas dan lari. Maka Rosulullah saw menyatakan “janganlah kamu tinggalkan shalat fajar sekalipun kamu akan ditinggal pergi oleh kudamu”.

Kalau sekarang barangkali tidak mau shalat fajar karena takut ketinggalan bis, atau mungkin kalau di bandara takut ketinggalan pesawat, kemudian kita tidak melaksanakan shalat fajar. Atau karena kita naik kereta, kita jadi takut ketinggalan Kereta Api, maka orang-orang tidak mau melakukan shalat fajar. Hadits ini luar biasa; jangan kau tinggalkan shalat fajar sekalipun kamu ditinggalkan oleh kudamu atau kendaraanmu.

Begitu pentingnya shalat fajar ini, sampai-sampai Imam Abu Hanifah menyatakan, “tidak boleh meninggalkan shalat fajar sekalipun shalatnya duduk atau sambil naik kendaraan” maka kemudian shalat fajar ini dianggap Muqayyad Muakkad.
Hadits lain yang memperkuat dari Aisyah ra. Aisyah menyatakan Rasulullah saw tidak ada satupun shalat sunnah yang lebih dia perhatikan melebihi dari pada shalat sunnah fajar. Rasulullah saw selalu melakukan shalat sunnah yang lain, tetapi prhatiannya lebih sungguh-sungguh pada dua rokaat sebelum subuh ini, yaitu shalat fajar.

Kemudian hadits lain juga dari Aisyah ra. Bahwa Rasulullah lebih menyukai  Shalat sunnah dari pada dunia semuanya. Bahkan didalam hadisnya yang lain dinyatakan; shalat fajar dua rokat itu nilainya yang akan Allah berikan kepada orang yang melakukannya ini lebih banyak, lebih baik daripada dunia dan seisinya.

Dunia ini isinya luar biasa. Apa yang ada dipermukaan dunia ini kekayaannya begitu luar biasa. Belum lagi yang terdapat didalam tanah. Ada emasnya, ada tembaganya, ada peraknya, ada intan berharga, yang dilaut juga, yang di udara juga banyak sekali.

Bahkan Allah Maha kaya. Kita di dunia ini terkagum-kagum dengan seseorang konglomerat yang kekayaannya triliyunan. Terkagum-kagum kepada orang yang punya mobil sampai seribu misalnya, punya rumah jutaan dimana-mana, punya hotel dimana-mana, orang punya emas sampai satu ton. Tapi sekaya-kayanya manusia didunia ini bila dibandingkan dengan kekayaan Allah swt tidak adaapa-apanya.
Orang yang melakukan shalat sunnah fajar yang hanya dua rokaat itu, Allah akan berikan balasan lebih banyak, lebih baik dari pada dunia ini dan sekaligus seisinya. Maka Rasulullah saw tidak pernah meninggalkan shalat sunnah fajar ini. Allah akan memberikan balasan yang banyaknya tidak bisa diukur dengan kekayaan Allah yang ada di bumi yang kita lihat ini.

Maka hanya orang yang bodoh yang tidak mau menjalankan seperti itu. Dia lebih takut ketinggalan pesawat terbang , atau lebih takut ketinggalan bis, lebih takut ketinggalan kereta dari pada kita tidak menerima apa yang Allah berikan kepada orang yang melaksanakan shalat fajar.
Saya yakin kalau orang tahu persis seperti itu, maka tidak akan pernah meninggalkannya. Sebagaimana Rasulullah saw dan para sahabatnya. Karena besar sekali yang akan Allah berikan kepada kita orang yang melaksanakannya. Sebagaimana menurut Imam Abu Hanifah ra. tidak boleh ditinggalkan sama sekali walaupun melakukannya dengan duduk atau dengan naik kendaraan.

Siap Menjamu Tamu AgungSiap Menjamu Tamu Agung

Maka bagi kita yang mendambakan lancarnya rizki, lancarnya usaha, maka jangan pernah tinggalkan shalat sunnah fajar ini. Kecuali orang-orang yang memang inginnya menderita, silakan. Tapi bagi orang yang mendambakan kebahagiaan hidup, orang yang mendambakan kelancaran rizki dan sebagainya maka akan melaksanakan shalat dua rokaat sebelum shubuh ini.
Sedangkan sholat dzuhur itu ada qobliyah dan ba’diyahnya yang jumlahnya ada 8. Qobliyah ada 4 dan ba’diyah ada 4. yang kesemuanya itu ada yang muakkad dan ghairu muakkad. Dasarnya adalah sebuah hadits yang diriwayatkan oleh Ummi Habibah ra, barangsiapa yang melakukan shalat sunnah 4 rokaat sebelum dzuhur dan 4 rokaat sesudah dzuhur, Allah mengharamkan api neraka membakar dagingnya. Artinya orang tersebut tidak akan masuk kedalam api neraka.

Kemudian pada hadits yang lain, Abdullah bin Umar ra. Saya menjaga warisan dari nabi yaitu 10 rokaat. Warisan disini artinya sesuatu yang sangat dijaga dengan baik. Tidak pernah ditinggalkan sama sekali. 10 rokaat tersebut adalah 2 rokaat sebelum shubuh, dua rokaat sebelum dan sesudah dzuhur, 2 rokaat sesudah maghrib, dan 2 rokaat sesudah isya. Ini jumlah minimal yang dijaga dan tidak pernah ditinggalkan sama sekali. Maka shalat sunnah yang 10 rokaat ini tergolong shalat sunnah muakkad.
Kemudian pada hadits berikutnya dari Aisyah ra. Rasulullah saw shalat sebelum dzuhur 4 rokaat dan sesudahnya 2 rokaat. Ini menunjukkan 2 rokaat adalah batas minimal, dan 4 rokaat batas maksimalnhya.

Adapun shalat qobliyah Ashar, Rasulullah saw menyatakan Allah akan memberikan rahmat dan kasih sayang-Nya kepada orang yang melakukan shalat qabliyah Ashar 4 rokaat sebelum Ashar. Orang yang disayang oleh Allah maka dia tidak akan menderita hidupnya. Sebaliknya, orang yang menderita itu adalah orang-orang yang tidak disayang oleh Allah swt. Sedangkan ba’diyah Ashar tidak ada. Kecuali shalat yang punya sebab. Shalat yang ada kaitannya dengan sebab ini misalnya shalat tahyatul masjid, atau shalat gerhana, atau shalat jenazah maka boleh di lakukan ba’da ashar.

Shalat sunnah maghrib, selama ini kita memahami jumlah shalat ba’diyah maghrib itu 2 rokaat, padahal shalat sunnah ba’diyah maghrib itu ada 6 rokaat.  Yang masing-masing setiap 2 rokaat satu salam. Tapi memang diantara yang 6 rokaat ini cuma 2 rakaat yang termasuk mu’akkad. Sedangkan jika kita mau nambah, dibolehkan maksimal 4 rokaat sehingga menjadi 6 rokaat. Hal tersebut telah diungkapkan oleh Rasulullah saw, shalatlah sebelum shalat maghrib 2 rokaat. Bahkan beliau mengulangi lagi perkataannya hingga dua kali. Ini menunjukkan bahwa yang kedua ini yang di kuatkan.

Hadits lain dari Aisyah ra, Rasulullah saw melakukan shalat sunnah sebelum isya 4 rokaat dan ba’diyah 4 rokaat. Kemudian setelah itu dia berbaring. Kesimpulan imam syafi’ie yaitu 2 rokaat sebelum dan 2 rokaat sesudah isya adalah jumlah minimal, kita boleh melakukannya sampai 4 rokaat. Lalu bagaimana jika kita hendak melakukannya sampai 6 rokaat? Tidak boleh. Itu bid’ah. Malah masuk neraka. Jadi bagaimana mestinya? Andai kata kita mau melaksanakan shalat lagi setelah 4 rokaat ba’diyah isya misalnya, maka shalatnya itu jangan di niatkan ba’diyah, tetapi shalat sunnah mutlak. Shalat sunnah mutlak ini tidak terikat oleh waktu dan shalat fardhu lainnya, jumlah rokaatnya pun tidak terbatas dan boleh berapa saja. Wallah A’lam. [DR]

—–

Tausyiah Ramadhan oleh :

Pimpinan Pondok Pesantren Darunnajah 2 Cipining KH Jamhari Abdul Jalal Lc,

darunnajah-cipining.com

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: